Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kalender Kegiatan

KEUNGGULAN RELATIF ANAK HASIL PERSILANGAN ANTARA KAMBING BOER DENGAN KACANG PADA PRIODE PRASAPIH PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 15 Desember 2017 11:04
Dibaca: 178 kali

Pola pemuliaan dengan metode persilangan merupakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ternak dalam waktu yang relatif cepat dan hasilnya sering memuaskan. Nilai tambah produktivitas yang diharapkan dari persilangan tersebut adalah adanya pengaruh heterosis. Pemilihan kambing Boer sebagai dasar meningkatkan produktivitas kambing lokal Kacang, karena kambing Boer mempunyai potensi genetik tinggi dan tipe pedaging yang baik serta memiliki konfirmasi tubuh yang relatif besar. Suatu penelitian untuk mengevaluasi keunggulan relatif bobot hidup kambing hasil persilangan antara pejantan Boer dengan induk Kacang  pada periode prasapih yang dilakukan di Stasiun Percobaan Loka Penelitian Kambing Potong, Sei Putih. Data yang digunakan untuk tulisan ini diambil dari pengamatan yang dilakukan sejak tahun 2007 hingga akhir 2009. Selama periode prasapih kambing anak disatukan dengan induknya dalam kandang kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing persilangan (Boerka 1 dan Boerka 2) memiliki bobot lahir dan bobot sapih yang lebih berat dibandingkan dengan kambing Kacang. Keunggulan relatif  21,89 - 43,20% untuk bobot lahir, 32,88 – 54,68% untuk bobot sapih dan 37,11 - 53,32% untuk pertambahan bobot hidup harian.

Kambing Kacang adalah salah satu kambing lokal Indonesia dengan populasi yang cukup banyak dan tersebar luas. Salah satu kelebihan kambing Kacang adalah mampu berproduksi pada lingkungan yang kurang baik. Namun kambing ini mempunyai ukuran tubuh yang relatif kecil dan laju pertambahan bobot hidup yang relatif rendah, dengan bobot dewasa pada jantan dan betina masing-masing 25 dan 20 kg. Sementara permintaan pasar, khususnya untuk ekspor adalah dengan bobot potong minimal 30 kg.

Hasil perhitungan penimbangan bobot lahir dan bobot hidup saat ternak disapih menunjukkan bahwa rataan pertambahan bobot hidup harian prasapih pada ketiga genotipe tersebut berbeda. Angka pertambahan bobot hidup harian kambing persilangan (Boerka 1 dan 2) lebih berat dari pada pertambahan bobot hidup harian kambing Kacang. Penggunaan pejantan Boer, ras kambing tipe besar merupakan kontributor utama terhadap tingginya laju pertumbuhan kambing Boerka. Kambing Boer termasuk tipe pedaging dengan laju pertumbuhan tinggi yang dapat mencapai 250 g/hari, tergantung pada pakan yang dikonsumsi. Dengan perkataan lain laju pertumbuhan kambing Boerka lebih cepat daripada laju pertumbuhan kambing Kacang. Kemampuan hidup anak kambing merupakan parameter yang penting dalam perkembangan produktivitas. Keberhasilan anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang pada fase prasapih sangat tergantung pada litter size, produksi susu, kemampuan induk merawat anaknya selama priode menyusui serta daya tahan terhadap kondisi lingkungan.

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kambing persilangan memiliki bobot lahir dan bobot sapih yang lebih berat dari pada bobot lahir dan sapih kambing lokal (Kacang). Keunggulan relatif berkisar 21,89 sampai dengan 43,20% untuk bobot lahir, 32,88 sampai dengan 54,68% untuk bobot sapih dan 37,11 sampai dengan 53,32% untuk pertambahan bobot hidup harian prasapih.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com