Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kalender Kegiatan

PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN PAKAN UNTUK TERNAK RUMINANSIA (Stenotaphrum secundatum) PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 18 Desember 2017 09:06
Dibaca: 168 kali

Tanaman pakan ternak (TPT) merupakan tanaman yang sengaja dibudidayakan untuk digunakan sebagai pakan ternak. Secara strategis hijauan pakan merupakan buffer stock pakan yang dominan terutama bagi peternak tradisional. Kekurangan hijauan pakan, terutama saat musim kemarau, berpengaruh terhadap performa pertumbuhan ternak. Penyediaan hijauan menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan dalam pemeliharaan ternak ruminansia. Keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) hayati yang terdapat di Indonesia memberikan potensi dan peluang untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia. Rumput Stenotaphrum secundatum telah dibudidayakan dan dimanfaatkan untuk pakan ternak kambing. Rumput Stenotaprum merupakan rumput yang tumbuh baik pada lahan naungan dengan produksi segar 46,7 hingga 53,7 t/ha/tahun. Rumput ini memiliki nilai nutrisi yang lebih tinggi dibanding rumput alam pada umumnya dan disukai oleh ternak kambing.

Produksi bahan kering rumput S. secundatum sebanyak 5 t/ha/tahun, namun ada yang memperkirakan hingga lebih dari 50 ton produksi segar per hektar per tahun yang dikonsumsi oleh ternak sapi. Jumlah produksi ini relatif sama dengan produksi S. secundatum pada naungan 55% di dataran rendah beriklim basah Sei Putih. Ternak yang mengkonsumsi rumput S. secundatum dapat menghasilkan 400-1.000 kg pertambahan bobot badan dari setiap hektarnya.

Tingkat penggembalaan bervariasi dari 1 sampai 7 ekor sapi per hektar, tergantung kondisi kesuburan tanah dan produksi rumput. Rumput S. secundatum menunjukkan pertumbuhan maupun produksi yang lebih baik pada lahan yang ternaungi dibanding alam terbuka. Adaptasi rumput ini terhadap kondisi naungan ditunjukkan baik secara morfologi (tinggi tanaman, lebar daun) maupun fisiologis (kandungan klorofil/hijau daun). Klorofil daun rumput S. secundatum mengalami kerusakan bila diperhadapkan dengan sinar matahari langsung, mengakibatkan daun berwarna kemerah.

Kandungan gizi rumput S. secundatum dapat memenuhi kebutuhan serat kasar maupun energi untuk pertumbuhan ternak ruminansia. Kandungan energinya berada pada kisaran 4.071 hingga 4.816 kilo kalori per kilogram bahan kering. Kandungan protein kasar rumput ini tergolong moderat sebesar 6,3 hingga 8,4%. Oleh sebab itu untuk pemenuhan kebutuhan protein disarankan tambahan pemberian leguminosa (tanaman kacang-kacangan) sehingga diperoleh pertumbuhan ternak yang lebih baik. Umumnya rumput S. secundatum dimanfaatkan untuk rumput padang penggembalaan, namun bila sistem pemeliharaan yang diterapkan peternak secara intensif/dikandangkan, rumput ini juga dapat digunakan untuk rumput potongan dan diberikan kepada ternak dalam keadaan segar .Rumput dipotong pada ketinggian sekitar 5-10 cm di atas per-mukaan tanah. Jarak pemotongan yang satu dengan pemotongan berikutnya adalah 40-45 hari pada musim hujan dan 60 hari pada musim kemarau.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com