Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kalender Kegiatan

Rapat koordinasi Kinerja Pendampingan dan Pengawalan SITT, serta Kunjungan Lapang di Bangka Belitung PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 03 April 2018 08:50
Dibaca: 57 kali

Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) khususnya sawit-sapi secara holistik telah dilaksanakan oleh kelompok tani Tunas Baru, Kecamatan sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Provinsi Bangka Belitung dan telah berhasil menjadi Sekolah Lapang (SL). Unit percontohan ini merupakan model terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang bertujuan untuk mempercepat penerapan komponen teknologi dan mendukung usaha budidaya sapi yang terintegrasi dengan tanaman dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 27-28 Maret 2018 di Bangka Belitung.

Temu lapang sistem integrasi sawit-sapi dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah. Dalam pidatonya disampaikan bahwa ini merupakan teknologi pertama di Bangka Tengah dalam mendukung pengembangan teknologi integrasi sawit-sapi. Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) khususnya tanaman perkebunan dengan ternak merupakan salah satu alternatif upaya mendukung agribisnis peternakan terutama di perkebunan sawit milik rakyat dan dari aspek ekonomi dinilai menguntungkan.

Bupati Bangka Tengah bersama Kapuslitbangnak, Ka. BB2TP, Ka. BPTP, dan Dinas Pertanian Bangka Belitung melakukan panen peddet dari hasil pemeliharaan yang dilakukan dalam sistem integrasi dengan kelapa sawit.  Disamping sapi sebagai produk unggulan, kelompok ternak Tunas Maju juga telah menghasilkan produk hasil samping seperti : Pupuk organik cair (urine) dan pakan ternak hasil olahan berbahan dasar limbah sawit. Kunjungan lapang juga dilakukan di BPTP Bangka Belitung. Peserta dapat melihat pembibitan kopi dan lada, serta integrasinya dengan sawit, sere wangi dan ternak sapi yang dilakukan dengan sistem bio industri.

Rapat koordinasi membahas tentang strategi pembentukan Sekolah Lapang (SL) dan Laboratorium Lapang (SL). Penyampaian materi diawali dengan pemaparan Ka. BB2TP, disampaikan bahwa target kawasan pengembangan SL dilakukan oleh petani. Petani mencoba mengembangkan teknologi yang diperoleh. Hasil dari SL dikembangkan menjadi petak-petak  percobaan yang dikawal oleh penyuluh.

Dari hasil rapat yang diperoleh mengingatkan bahwasanya pengetahuan petani dalam manajemen pemeliharaan ternak sapi dalam sistem integrasi dengan perkebunan kelapa sawit masih kurang, sehingga perlu dilakukan pendampinan teknologi pakan, reproduksi, dan manajemen pengembalaan terhadap kegiatan sistem integrasi sawit sapi.

Disadari bahwa pengembangan kawasan sawit-sapi memerlukan tenaga, waktu dan dana pembiayaan begitu juga penerapan teknologi yang tepat untuk mengaplikasikan sistem ini dan keterpaduan antara kedua subsektor (pertanian dan peternakan) sehingga produksi dihasilkan lebih efisien, berdaya saing dan berkelanjutan dapat menyentuh pertumbuhan ekonomi petani.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com