Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kalender Kegiatan

Petunjuk Teknis TEKNIK BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN Stenotaphrum secundatum UNTUK TERNAK KAMBING DAN RUMINANSIA LAINNYA PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 23 Mei 2018 10:58
Dibaca: 34 kali

Naungan baik secara alami maupun buatan mengakibatkan pengurangan jumlah cahaya yang diterima oleh tanaman. Sebagian besar rumput tropis mengalami penurunan produksi sejalan dengan menurunnya intensitas sinar matahari, namun jenis rumput yang tahan terhadap naungan sering menunjukkan penurunan produksi yang relatif kecil atau bahkan masih meningkat pada naungan sedang. Hasil penelitian ALVARENGA et al. (2004) menunjukkan bahwa tanaman yang ditanam pada kondisi tanpanaungan cenderung memiliki produksi berat kering akar yang lebih tinggidibanding tanaman dengan naungan.

Stenotaphrum secundatum merupakan jenis rumput yang cocok tumbuh pada areal yang intensitas cahayanya rendah (WHITEMAN,1980). Lebih jauh SMITH dan WHITEMAN (1983) menyebutkan bahwa rumput S. Secundatum merupakan tanaman yang sangat cepat berkembang, memiliki rhizoma dan stolon yang padat, perakaran yang kuat, kemampuanberkompetisi dengan gulma sangat kuat sehingga mampu menekan pertumbuhan gulma serta tahan terhadap penggembalaan berat. RumputStenotaphrum secundatum dikenal dengan nama umum “Buffallo grass” (Australia) atau St. Agustine grass (Amerika Serikat). Termasuk dalam family “Gramineae’ dengan sub-familyPanicoideae.

File lengkapnya: [download]

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com