JM Hot News - шаблон joomla Окна

Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2019, tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan pada tahun 1945. Peringatan Hari Pangan Sedunia telah diperingati setiap tahun di lebih dari 150 negara untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.

Loka Penelitian Kambing Potong sebagai salah satu Unit Pelayanan Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian juga turut berpartisipasi dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia dengan menghibahkan kambing Boerka sebanyak 100 ekor ke Sulawesi Tenggara pada hari ini, 11 Oktober 2019. Kambing Boerka tersebut terdiri dari 50 ekor jantan dan 50 ekor betina yang akan dibawa oleh tim pengiriman kambing Boerka ke Kampung Tetelara, Desa Ponambo, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebelumnya salah satu peneliti Loka Penelitian Kambing Potong juga telah diberangkatkan ke daerah tersebut untuk membantu pembangunan kandang dan pastura.

Kesehatan mahal harganya, tetapi ketika sakit bisa lebih mahal lagi biayanya. Karena itu, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sebagai langkah pencegahan, medical check-up dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan,  sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini.

Seluruh Pegawai ASN Loka Penelitian Kambing Potong mengadakan medical check up pada hari ini tanggal 11 Oktober 2019 yang dimulai pukul 07-10 WIB. Makin dini suatu penyakit terdeteksi, maka makin cepat pertolongan yang dapat diberikan. Dengan begini, penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, sekaligus mencegah pertolongan yang lebih rumit. Medical check-up diperlukan oleh perempuan dan laki-laki, baik anak muda maupun lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check-up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

Hari ini, 1 Oktober 2019, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong Dr. Ir. Fera Mahmilia, MP dan Koordinator Jasa Penelitian Muhammad Syawal, S.Pt, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi PPID Kementerian Pertanian sekaligus Penganugerahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019 yang diadakan oleh PPID Utama di Kota Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini diadakan dalam rangka mewujudkan Kementerian Pertanian menjadi Badan Publik Informatif, maka diperlukan kesepahaman persepsi dalam pengelolaan, pelayanan, dan penyampaian informasi publik di lingkungan Kementerian Pertanian sesuai peraturan yang berlaku.

Kegiatan ini dihadiri oleh 461 peserta dan sekitar 70% adalah Kepala UK/UPT Kementerian Pertanian. Dibuka oleh Kepala Biro Human dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr.Ph.D dalam sambutannya Beliau mengatakan bahwa PPID di setiap unit kerja seluruh Kementan sudah terbentuk hampir 100% dan tahun 2019 telah mengalami peningkatan yang cukup baik dari tahun sebelumnya.

Materi pertama disampaikan oleh Komisioner Komisi Informasi, Agus Wijayanto yang menyampaikan pentingnya peran PPID untuk mengorbitkan produk pertanian. Materi selanjutnya mengenai Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat. Kegiatan diakhiri dengan motivasi membangun tim dalam organisasi kantor agar mencapai sukses, yang disampaikan oleh Motivator Didin. Salah satu resume kegiatan rakor ini menyimpulkan bahwa anggaran PPID harus dialokasikan di UPT masing-masing dan memfasilitasi sarana dan prasarana PPID, serta meningkatkan kapasitas SDM Tim PPID.

Hari ini, pada tanggal 9 Oktober 2019, diadakan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-39 tingkat Provinsi Sumatera Utara dengan tema "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045" dan Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-47 dengan tema "SDM dan Infrastruktur Menuju Pertanian Berdaya Saing" di Lapangan Merdeka, Medan. Kepala Loka Penelitian Kambing Potong, Dr. Ir. Fera Mahmilia, MP dan Koordinator Jasa Penelitian, Muhammad Syawal, S.Pt, MP juga ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi. Dalam sambutannya Beliau mengatakan, "Seharusnya  Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dilaksanakan dengan cara pengevaluasian, bersama-sama membahas tujuan yang ingin dicapai. Sumatera Utara merupakan lumbung pangan yang sangat berpotensi. Terdapat sumber pangan yang mengalami surplus, contohnya beras, jagung, dan cabai, namun potensi pangan tersebut belum dapat direalisasikan dengan baik. Rata-rata konsumsi daging kambing penduduk Sumatera Utara juga masih sangat jauh dibandingkan dengan negara lain. Diharapkan permasalahan pangan tersebut bisa diselesaikan dengan cara bertahap tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di Indonesia." Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan stand pameran, bazar, serta pasar murah.

Hari ini, 24 September 2019, tim pengiriman kambing Boerka akhirnya sampai di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali untuk menyerahkan kambing Boerka sebanyak 10 ekor yang terdiri dari 3 jantan dan 7 betina kepada BPTP Bali. Kambing Boerka ini kemudian akan diserahkan kepada binaan BPTP Bali, yaitu Pondok Pesantren Darul Ukkuwah yang terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Disambut langsung oleh Kepala BPTP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP dan Kepala Seksi Pelayanan Pengkajian BPTP Bali I Nyoman Adijaya, SP, MP, pemberian kambing ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan Kementerian Pertanian dalam rangka memperingati “Hari Santri Tani Millenial”.

Pengiriman ini merupakan hibah yang kedua kalinya ke Provinsi Bali. Sebelumnya pada tanggal 22 Agustus 2019, Loka Penelitian Kambing Potong juga telah menghibahkan kambing Boerka sebanyak 100 ekor, ditambah dengan 6 ekor anak yang lahir selama dalam perjalanan. Kambing Boerka tersebut diserahkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dan telah dibagikan ke 4 kelompok ternak binaan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini merupakan program penyebaran kambing pedaging unggul Boerka hasil riset Loka Penelitian Kambing Potong ke seluruh Indonesia, dan diharapkan masyarakat dapat memperoleh dan mengimplementasikan teknologi Loka Penelitian Kambing Potong yang tepat guna untuk pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Tabanan, yang meliputi pengembangan kambing Boerka, pengembangan legum indigofera, dan manajemen tata laksana pemeliharaan kambing Boerka.