JM Hot News - шаблон joomla Окна

Rabu, 4 September 2019, dalam rangka pelepasan rumput Stenotaphrum Secundatum, Loka Penelitian Kambing Potong melakukan Sosialisasi Pedoman Teknis Pelepasan Varietas Tanaman Pakan Ternak bersama Tim Plasma Nutfah Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, yaitu Ir. Bambang Setiadi, MS, Achmad Fanindi, S.Pt, MP dan Bayu Arta Ramadhan, S.Pt. Kegiatan ini dihadiri oleh peneliti-peneliti Nutrisi dan Hijauan Pakan Ternak Loka Penelitian Kambing Potong.

Tim Plasma Nutfah Puslitbangnak menjelaskan varietas tanaman yang akan dilepaskan harus melewati beberapa tahapan diantaranya pendaftaran varietas, perlindungan varietas, dan pelepasan varietas. Setelah melewati tahapan-tahapan tersebut, benih harus disertifikasi terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat diedarkan. Calon varietas juga harus merupakan introduksi dari luar negeri, varietas lokal yang memiliki keunggulan, pemuliaannya dilakukan di dalam negeri, serta varietas lokal yang berbeda dari pelepasan, misalnya varietas lokal Deli Serdang, kemudian untuk pelepasan menjadi Varietas hasil Pemuliaan.

Untuk varietas lokal tersebut harus melewati beberapa pengujian, yakni uji adaptasi pada tanaman semusim (tanaman pangan), uji observasi pada tanaman tahunan (Durian, Mangga, dll). Sedangkan untuk varietas pemuliaan silang balik yaitu perbaikan sifat dan tidak mengubah sifat aslinya serta hanya satu sifat yang di ambil untuk perbaikan tersebut. Harus ada varietas pembanding yaitu, tahan terhadap toleran, peka, dan dapat dibandingkan varietas yang dihasilkan lebih condong ke bagian mana, jika tidak ada, maka dapat dibandingkan dengan varietas asalnya saja, contohnya jagung manis ditambahkan warna ungu, padi disilangkan dengan padi tahan toleran.

Alur pengujian yang harus dilewati dimulai dari penyelenggara pemuliaan yang mengajukan surat kepada Dirjen PKH untuk kemudian Dirjen PKH menugaskan TVP dan TPT untuk melakukan verifikasi. Pengujian kemudian dilakukan oleh Supervisi TVP dan TPT, lalu Penyelengara Pemuliaan menyampaikan laporan secara periodik kepada Dirjen PKH sampai Dirjen PKH menerima hasil akhir.