JM Hot News - шаблон joomla Окна

Pada hari ini, 13 September 2019, Tim Pelaksana Kegiatan Demfarm (Demonstration Farming) Pengembangan Kambing Boerka, yang terdiri dari Dr. Andi Tarigan, S.Pt, M.Si, Alfian Destomo, S.Pt, Dr. Fera Mahmilia, MP, Rijanto Hutasoit, SP, M.Sc menyerahkan kambing ke Kelompok Tani 'Mamre BPKP' di Desa Kuto Mulio, Kecamatan Sibiru-Biru. Kambing yang diserahkan berjumlah 31 ekor, yang terdiri dari kambing Boerka sebanyak 13 betina, 1 jantan, dan 1 anak, serta kambing Boerawa sebanyak 10 betina dan 6 anak. Kambing ini akan dikembangkan pada ekosistem dengan ketinggian menengah yang telah ditanami rumput Brachiria Humidicola dan Stenotaphrum Ruziziensis dengan luas 1 Hektar. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerja sama antara Loka Penelitian Kambing Potong dengan Dinas Peternakan Kabupaten Deli Serdang yang telah berjalan sejak 2018. Beberapa lokasi mengalami perpindahan dari lokasi pengembangan sebelumnya dikarenakan penurunan kondisi kambing.

Sebelumnya, telah dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pemeliharaan kambing Boerka di 3 lokasi yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kambing dan perkembangan sistem pemeliharaan petani. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian obat cacing, pengobatan luka, identifikasi anak baru lahir, serta pengamatan dan koleksi sampel pakan. Selain itu juga dilaksanakan bimbingan dan arahan mengenai sistem pemeliharaan dan pemberian pakan.

Lokasi yang dikunjungi adalah Kelompok Ternak 'Ponti' di Desa Tigajuhar, Kecamatan STM Hulu. Ternak dipelihara pada lahan perkebunan yang memanfaatkan hijauan rumput yang tumbuh disekitar lahan salak dan kelengkeng. Kambing Boerka yang dipelihara berjumlah 30 betina, 1 jantan dan 7 ekor anak lepas sapih. Sebagian besar kambing dalam kondisi sehat dan performan tubuh yang baik, hal ini terlihat dari pertambahan bobot badan induk, serta keseluruhan induk kambing yang dalam kondisi bunting muda.

Lokasi kedua adalah Kelompok Ternak 'Sampang Rejo' di Desa tuntungan 2, Kecamatan Pancur Batu. Kambing yang dipelihara berjumlah 13 induk dan 1 pejantan Boerka, serta 10 betina Boerawa yang 5 diantaranya telah melahirkan 8 ekor anak. Terdapat juga kambing Boerka dalam kondisi bunting dengan usia 2 bulan. Pada kelompok ternak ini kambing dipelihara dengan sistem intensif memanfaatkan limbah daun dan kulit singkong. Daun singkong diberikan dalam bentuk segar, sebagian lagi diolah menjadi silase yang dicampur dengan kulit singkong yang telah dikeringkan.

Lokasi ketiga adalah kelompok Ternak 'Lestari' di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kambing dipelihara secara semi intensif dengan digembalakan di lahan sawit pada siang hingga sore hari. Kambing yang dipelihara berjumlah 25 betina, 1 jantan dan 2 anak Boerka. Kambing sudah mampu beradaptasi secara baik dengan sistem penggembalaan, hal ini dapat dilihat dari kondisi kambing yang telah mengalami peningkatan bobot badan. Selain kambing Boerka, juga dikembangkan rumput Stenotaphrum Secundatum pada lahan sawit dengan luas 1 Hektar. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kambing yang dikembangkan pada masyarakat dapat berkembang dengan baik sehingga dapat mempercepat proses penyebaran Kambing Boerka.