JM Hot News - шаблон joomla Окна

Petunjuk teknis ini disusun untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha dan pemerhati peternakan khususnya ternak ruminansia tentang potensi lumpur sawit / solid ex-decanter sebagai bahan pakan alternatif guna mendukung ketersediaan pakan nasional dalam rangka menuju swasembada daging tahun 2014.

Lumpur sawit/solid ex-decanter merupakan limbah dari industri pengolahan kelapa sawit yang ketersediannya cukup berlimpah dan masih belum dimanfaatkan secara optimal serta masih belum punya nilai ekonomis berbeda dengan limbah kelapa sawit lainnya seperti bungkil inti sawit. Beberapa kajian menunjukkan selain memiliki potensi kuantitas, lumpur sawit/solid ex-decanter juga mempunyai potensi kualitas nutrisi yang cukup baik, walaupun ada beberapa kendala yang masih dapat diatasi melalui teknologi prosesing.

Mudah-mudah pentunjuk teknis yang sederhana ini bermanfaat bagi peternak khususnya dan semua pelaku peternakan pada umumnya.

File fulltext : [download]

Usaha produksi tanaman hortikultura umumnya merupakan usaha tani yang diselenggarakan secara intensif, ditandai dengan tingginya tingkat penggunaan pupuk kimia dan pestisida serta intensitas penggunaan lahan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan penggunaan lahan secara terus menerus dapat mengganggu keseimbangan unsur hara di dalam tanah, sehingga diperlukan aplikasi pupuk organik, seperti kotoran ternak secara teratur untuk memperbaiki struktur tanah. Oleh karenanya, pupuk kandang memiliki fungsi yang esensial dalam  mempertahankan kesuburan lahan agar mampu mendukung produksi tanaman  secara maksimal serta berkelanjutan. Dengan demikian, ternak ruminansia khususnya pada dasarnya dapat menjadi komponen yang penting dalam sistem produksi tanaman hortikultura. Selain sebagai sumber pupuk organik yang potensial,  ternak ruminansia dapat pula berfungsi sebagai komoditas penyangga, terutama apabila produksi tanaman hortikultura tidak memberikan jaminan keuntungan akibat fluktuasi harga yang sering terjadi. Oleh karena itu, idealnya adalah suatu sistem produksi yang terintegrasi antara ternak dengan tanaman hortikultura yang pada satu sisi dapat menjamin ketersediaan pupuk organik dengan biaya yang kompetitif dan pada saat yang sama mendukung berkembangnya usaha produksi  ternak.

Salah satu kendala dalam mengembangkan ternak ruminansia pada sistem usaha tanaman hortikultura adalah terbatasnya lahan tersedia bagi produksi hijuan pakan ternak, akibat penggunaan lahan yang intensif. Hijauan pakan ternak merupakan pakan dasar dan menjadi  salah satu faktor produksi  yang sangat menentukan dalam usaha ternak ruminansia. Dengan demikian, kelangsungan dan berkembangnya sistem produksi ternak-tanaman hortikultura akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem dalam menyediakan pakan bagi kebutuhan ternak. Dalam kondisi yang kontradiktif ini  akan sulit diharapkan muncul dan berkembangnya sistem usaha integrasi,  apabila tidak terdapat pilihan sistem produksi lain yang dapat mengurangi ketergantungan ternak  akan hijauan pakan.

Potensi limbah tanaman hortikultura sebagai sumber pakan, sampai saat ini berlimpah dan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah buah hortikultura antara lain limbah buah markisa, limbah buah nenas, dan limbah sayuran lobak, dll. ternyata mempunyai potensi yang sangat baik, baik dari kuantitas, maupun kandungan proten sebagai pakan ternak kambing.

Mudah-mudah buku yang sederhana ini bermanfaat bagi peternak khususnya dan petugas lapangan pada umumnya.

 

COVER

KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI

PEMBAHASAN